Perubahan Sistem Dan Contoh Ujian Nasional 2015

Informasi terbaru perihal rencana perubahan sistem dan pola Ujian Nasional tahun  PERUBAHAN SISTEM DAN POLA UJIAN NASIONAL 2015
Informasi terbaru perihal rencana perubahan sistem dan pola Ujian Nasional tahun 2014-2015. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan segera mengubah pola ujian nasional (UN) pada 2015. Perubahan ini gres akan dilaksanakan semester depan sebab pada tahun itu semua jenjang pendidikan dianggap telah menerapkan Kurikulum 2013. Perubahan pola UN mustahil dilakukan sekarang, mengingat pelaksana Kurikulum 2013 belum secara menyeluruh. Itu hanya sekolah dan kelas tertentu yang menjadi piloting yang sudah melaksanakannya.
Pernyataan mengenai perubahan pola Ujian Nasional tahun 2015 disampaikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud) di tengah program focus group discussion (FGD) perihal Kurikulum 2013 dan UN yang diikuti oleh beberapa akademisi, praktisi pendidikan, unsur pers, serta pegiat jaringan penulis artikel. UN sebagai standar penilaian tetap akan dipertahankan. Pemakaian UN senagai standar penilaian menurut amanat UU Sisdiknas. Penggunaan tandar tersebut sanggup menjadi alat ukur pembanding standar pendidikan di negara lain.

Perubahan pola Ujian Nasional tahun 2015 terang diubahsuaikan dengan Kurikulum 2013, yaitu ketika semua siswa telah menerapkan Kurikulum 2013. Saat ini yang melaksanakan Kurikulum 2013 hanya siswa kelas 1 dan 4 SD, kelas 1 (VII) SMP, dan kelas 1 (X) Sekolah Menengan Atas dari sekolah piloting.

Saat ini belum sanggup dirinci bentuk perubahan pola Ujian Nasional tahun 2015 tersebut. UN pada dikala ini dipakai pemerintah untuk empat fungsi. Empat fungsi tersebut ialah :

    Pemetaan,
    syarat kelulusan,
    syarat melanjutkan studi ke jenjang berikutnya,
    dan intervensi kebijakan.

Fungsi pemetaan dan intervensi pada Ujian Nasinal (UN) hanya sanggup dilaksanakan jikalau ada Ujian Nasional. Makanya Ujian Nasional tetap dipertahankan keberadaannya.

Sebagai contoh, ada sebuah Sekolah Menengan Atas di Jakarta yang hanya mempunyai lima siswa dan ternyata semuanya tidak lulus UN. Maka lalu Kemendikbud melaksanakan fungsi intervensi kebijakan. Bentuk pelaksaan fungsi tersebut ialah melaksanakan merger dengan sekolah lain. Atau contohnya juga, sebuah Sekolah Menengan Atas di Nusatenggara Barat yang nilai mata pelajaran Bahasa Inggrisnya jeblok. Usut punya usut ternyata sekolah yang bersangkutan tidak mempunyai guru Bahasa Inggris. Sehingga pelajaran Bahasa Inggris diampu guru bidang studi lain. Karena fakta ini maka Sekolah Menengan Atas di NTB tersebut diberi guru Bahasa Inggris.

Apapun bentuk perubahan pola Ujian Nasional tahun 2015, dilarang merugikan siswa dan harus sanggup dipertanggungjawabkan semuanya. Perubahan pola Ujian Nasional tahun 2015 ini jangan hingga dijadikan komoditas bagi segelintir orang untuk mengeruk laba semata.

Dampak dari perubahan pola Ujian Nasional tahun 2015 harus sanggup dirasakan manfaat, nilai dan mutu oleh semua pihak secara nasional. 


Demikian info perubahan sistem dan pola ujian nasional 2015, biar bermanfaat, termakasih.

0 Response to "Perubahan Sistem Dan Contoh Ujian Nasional 2015"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel